Adam

Nama Lengkap : Adam Muhammad Subarkah
Nama Panggilan : Adam
Posisi : Bass
Tempat/Tgl. Lahir : Yogyakarta, 22 Februari 1979
Tinggi/Berat : 178/65
Agama : Islam
Anak ke/bersaudara : 1/4
Hobby : Musik
Tokoh Idola : Mas Bintang I
Warna Fave : Biru
Pakaian Fave : Kasual
Acara TV Fave : MTV
Jenis Film Fave : Fabel
Jenis Musik Fave : Alternatif
Lagu Fave : Dishes – Pulp
Bacaan Buku Fave : Forest Gump
Motto : Let It Flow!
Kuliah : Fisipol, Jurusan Hubungan Internasional – UGM Yogyakarta
Cita-cita : Musisi

ADAM MUHAMMAD SUBARKAH

Adam Muhammad Subarkah alias Adam, nongol di muka bumi ini pada tanggal 22 Februari 1979 jam 15:00 Kamis Pon, tadinya Adam mau dinamain Adam Alamsyah, namun Eyangnya di Semarang menginginkan ada Muh. Subarkah-nya. Belum sempet tau tanah airnya, Adam udah diboyong ke Amerika ngikut ayahnya yang mau nerusin studinya di sana. Selama di seberang, Adam sempet ke mana-mana lho! Terutama tempat-tempat kaya museum dinosaurs, antariksa. Di sana Adam juga suka nonton MTV, apalagi kalo ada Van Halen, Michael Jackson & Madonna.

Waktu kecil (TK) Adam lucu loh. Dia udah bisa mengenal cewek, dia punya pacar dan slalu tidur bareng pada jam tidur siang. Dan udah ada panggil-panggilan sayang, namanya Sarah. Jelek-jelek gitu pacarnya bule loh… cieee… dulu putusnya karena Adam makan siang dengan teman cewek lainnya. Sstt… jangan pikir macem-macem ya… inikan waktu masih kecil. Di sana Adam seneng banget nonton American Football, waktu itu idolanya adalah Bo Jackson. Ternyata Adam semakin tumbuh semakin nakal, dia selalu mengeluarkan baju dari lemari, pokoknya anarkis lah… hi… hi… suka nakalin temen-temennya, suka ngilang-ngilang di mall, suka bawa cacing ke dalam rumah. Sampe akhirnya ditonjok perutnya sama anak kelas 6… ha… ha… ha… gara-gara nggodain cewe yg ditaksir ma anak kelas 6 itu. Begitu ditonjok Adam langsung muntah, itu waktu Adam kelas 1. Setelah 7,5 tahun, Adam balik ke Jogja langsung masuk di SD Percobaan II kelas 2, karena waktu yang sempit akhirnya dia tinggal kelas karena masalah bahasa. Tapi Adam tumbuh menjadi anak yang pandai terutama dalam bidang IPA, matematika, seni suara, seni rupa dan ketrampilan. Waktu lulus dari SD Adam mendapat juara 1 STTB. Trus masuk ke SMP 5, itulah saat dia pertama kali mengenal gitar dari kakak temennya yang rumahnya di sebelah sekolah. Pada waktu SMP dia sering bolos ke sana bersama Sakti. Setiap kali pulang sekolah Adam sampe rumah pasti setelah Maghrib dan itu dengan Sakti. Waktu itu Adam sering banget main sama Sakti. Pernah ada kejadian Adam dan Sakti mau nonton di bioskop tapi gak jadi gara-gara nungguin Sakti yang mandinya 2 jam.

Adam tumbuh menjadi anak yang bandel. Karena minatnya yang besar dia ngotot pengen les gitar, akhirnya dia les gitar di SOSI daerah Pengok. Itu adalah tempat yang didirikan oleh Kusbini (yang nyiptain lagu Padamu Negeri itu lohh…). Adam bela-belain les pas ujan-ujan naik sepeda, padahal kalo sekolah mintanya dianter terus tapi gak pernah dianter… kasiann deh! Tapi karena nilainya yang turun drastic, baru 7 bulan udah disuruh keluar sama ibunya. Ternyata itu malah bikin semangatnya berkobar-kobar dan itulah titik awalnya perjuangan Adam di bidang musik. Dia belajar sendiri dengan mendengar kaset-kaset. Waktu itu bangsa Metallica, Mr. Big, Bon Jovi dan G’NR. Selain itu dia sering banget belajar dari orang lain. Pokoknya sebanyak mungkin Adam berusaha belajar banyak tentang musik. Gak tau kenapa Adam tiba-tiba ngamen, dan hasilnya buat beli mie ayam, rokok. Selain ngamen Adam juga udah suka nulis-nulis lagu dan puisi. Walaupun dulu lagunya masih ancur-ancuran… he… he… he. Karena terlalu asik sama main musiknya, Adam sampe lupa sama yang namanya belajar. Makanya waktu itu ibunya marah, tapi untung ayahnya masih bisa melihat dari sisi lain. ”Wahh ini kayaknya dia punya semangat untuk membuktikan bahwa ini bisa jadi dunianya”, yaitu musik. Semenjak itulah minatnya terbelah menjadi 2, yaitu sekolah dan musik. Hidupnya hanya diisi dengan sekolah, main musik dan main bola. Adam lulus SMP pun dengan nilai yang memuaskan, tapi dia memilih SMA yang bukan unggulan, yaitu SMA 6. Karena waktu itu katanya SMA 6 kegiatan musiknya maju. Semasa dia SMA, dia jadi anak yg cueeeeeekkk banget.

“Aaa yo wis ben!!!” seloroh cowok yang selalu berpenampilan earthy (membumi), seadanya, pede, bawa gitar bolong ke mana-mana, meskipun ke sekolah gak peduli sesulit apapun cara dia bawa gitar, kadang naik bis kadang naik vespa milik ibunya. Namanya sekarang gak asing lagi di telinga musisi Indonesia. Dengan betotan bas yang khas dari tangan cowok ini mampu memberikan harmoni yang selaras dengan hentakan drum Anton, lengung irama gitar Eross dan Sakti, dan lengkingan vokal Duta. Cowok kocak ini paling suka sama yang namanya bakwan kawi, kalo pas punya duit lebih pasti deh dia jajanin semua temennya, gak pernah makan sendiri. Gak pernah ada kata cemberut dalam kamusnya. Kalo pas lagi istirahat atau kalau pas ada pelajaran yang kosong, petikan gitarnya Adam sudah pasti bisa membuat teman-temannya ikutan teriak sesuka hatinya. Adam punya kesibukan yang seabrek-abrek pas masih duduk di bangku SMA 6, dari TONTI (Peleton Inti=baris berbaris), basket, sepak bola, KIRMAW (Karya Ilmiah Remaja). Di OSIS pun dia menjadi seksi perlengkapan (kelas 1), dan bagian seksi musik (kelas 2), sampe jadi sporter pertandingan. Setiap ada event musik di sekolah namanya pasti selalu terpampang baik sebagai panitia maupun pengisi acara, hebat bukan. Di sekolah dulu dia punya julukan cowok magnet, gak heran kalo kemana-mana dia banyak punya temen cewek, meski statusnya jomblo abisss.

Kebiasaan lamanya bertambah parah, yaitu bolos sekolah sampai-sampai Adam pernah mendapat peringatan dari BP ,tapi Adam bolos bukan untuk main-main doang, tapi dia selalu memanfaatkan waktunya buat ke studio, toko-toko musik, bahkan ke acara-acara klinik musik, pameran-pun dia jabanin. Kalo masalah-masalah bolos itu Adam slalu kebagian apesnya, soalnya yang selalu ketauan bolosnya tu pasti Adam mulu. Kenapa ya? Karena ganteng kali ya? Akh tidakss…

Adam ikut dalam banyak band waktu itu. Ada yang jadi vokalis (gubrak!), gitaris, bassis dan semuanya memainkan musik yang berbeda-beda. Salah satunya ya Sheila Gank itu. Tapi yang bisa bertahan cuma sama Sheila Gank doang dan di Sheila Gank, Adam posisinya sebagai bassis. Dan ditekunin ampe sekarang. Iya tho? Mudah-mudahan aja seterusnya… amiennn.

Pernah suatu waktu karena ingin mencoba menjadi pemain kafe, Adam menggantikan temennya (Bambang) main bass sama band-nya Bambang yang memainkan lagu-lagu Top 40. Wahhh… ternyata cape yah! Tapi dipikiran Adam cuma ada, “wah… aku mesti latihan lebih banyak lagi nih”. Jadi mainnya dari jam 9 sampai jam 1 malem. Break 2 kali. Itu pengalaman yang paling membekas buat Adam, bahwa untuk menjadi musisi itu tidak mudah.

Hmm… sekarang impian Adam yang belum tercapai adalah: “Sebenernya aku cuma pengen Sheila on 7 bisa lebih mapan, maksudnya selalu bisa mengembangkan diri. Baik secara musikalitas, management, eksistensi dan hidup bahagia selamaaaaaaaaaaanya… kekekekkk”.

Adam yang sekarang gak jauh berubah dengan Adam yang dulu, sifat setia kawannya, kocaknya, sampe-sampe sifat usilnya pun gak berubah. Sepertinya nama besar yang udah Adam sandang sekarang tidak membuat dia jadi merasa lebih ataupun sombong, kita semua juga berharap untuk hal itu. (777)

http://www.sheilaon7.com/507/index.cfm?fuseaction=so7.main

BAND MEMBERS

Brian

Duta

Eross

Sakti (ex member)

Anton (ex member)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s