Setelah cabut dari Sheila On 7, Sakti ternyata sama sekali nggak meninggalkan dunia musik. Meskipun dia mengaku, seleranya udah banyak berubah. Pengen tau kabar terbaru dari Sakti? Kebet aja obrolan Hai bareng santri eks-rockstar ini.

 

Apa kabar, Sak? Ke mana aja nih?
Halo, Hai! Kabar aku alhamdulillah baik-baik aja. Ada aja kok di sekitar Yogya. Hehehe…

Nggak bermusik lagi?
Hmmm… Nggak. Nulis-nulis syair sih masih, tapi temanya lebih ke religi. Aku bikin itu sebagian besar juga buat koleksi pribadi aja sih. Sebagai salah satu sarana penyaluran hobi. Sama sekali nggak berminat untuk menjadikan ini sebagai pekerjaan. Aku ada rencana sih untuk ngeluarin album religi, tapi nggak sekarang. Mungkin tahun depan.

Gimana pandangan kamu tentang musik religi saat ini?
Kalo aku sih menganggapnya bagus ya. Apalagi musik religi yang kalo didengar bisa bikin orang merasa lebih dekat sama Allah. Wah, kalo sampai bisa kayak gitu kan berarti itu ibadah untuk musisinya.

Nggak nganggap ini cuma strategi para musisi untuk cari duit setiap bulan Ramadhan?
Ah, aku sih nggak mau begitu. Aku sih melihat dari kebaikannya aja ya. Menurutku itu sesuatu yang bagus. Lagipula hati manusia siapa yang tahu sih? Niat mereka bikin lagu religi itu apa, kan hanya mereka yang tahu. Memangnya kita Tuhan, bisa baca hati mereka. Ya kan? Hahaha… Semakin banyak yang bikin lagu religi, menurut aku sih malah semakin baik. Kalo ada yang nuduh ini lah, apa lah, yaaa… itu urusan mereka sama Allah lah. Kita nggak berhak ikut campur.

Menurut kamu, bikin lagu religi itu harus diimbangi sama perbaikan akhlak dan perilaku nggak?
Buat aku, bikin lagu religi itu salah satu cara menyemangati diri sendiri dalam beribadah. Perilaku itu nanti berubahnya dari lagu. Jadi tujuan utamanya sih bagi aku lebih ke diri sendiri aja, untuk menyemangati diri sendiri. Semoga aja suatu hari nanti apa yang ditulis dan dinyanyikan itu bisa ngefek ke penyanyinya sendiri. Lagu kan sebenarnya salah satu bentuk doa.

Musisi religi bisa ‘jualan’ nggak sih? Kalo bukan bulan Ramadhan kan kayaknya susah jualan album religi.
Kata siapa? Justru lagu religi itu lebih stabil dibanding lagu-lagu biasa, karena musik religi itu nggak ada masa kadaluarsa. Tenggat waktunya panjang, masa jualannya lama. Sampai kiamat lho! Ya mungkin jualannya nggak langsung sekaligus sejuta kopi, puncaknya di bulan Ramadhan misalnya. Tapi kan masanya panjang sekali.

Kamu nggak kangen ngeband lagi, Sak?
Hahaha… Nggak sih ya. Temen-temen di Sheila juga kadang-kadang masih suka ngajakin aku main bareng kok. Lagian kalo aku kangen sama anak-anak Sheila kan aku tinggal main aja ke studio mereka, ketemu anak-anak. Kalo kangen manggung sih nggak. Setiap lihat Sheila On 7 di TV misalnya, itu juga aku biasa aja. Udah nggak ada keinginan lagi sih buat manggung-manggung.

Sama popularitas, nggak kangen juga?
Popularitas itu hadiah ya, menurut aku. Kalo kita berhasil membuat karya yang bagus dan disukai banyak orang, hadiahnya ya popularitas. Dan popularitas itu nggak selamanya buruk lho. Asal ketenaran itu bisa dipake buat kemaslahatan, buat kebaikan, ya jadinya bagus kan. Tapi secara pribadi sih aku nggak begitu kangen dengan popularitas.

Emang apa sih yang dulu bikin kamu memutuskan buat berhenti ngeband?
Namanya juga band ya. Band itu kan tim. Dalam satu tim, seluruh anggotanya harus punya satu visi. Harus punya visi yang sama. Sementara waktu itu di Sheila udah beda, udah nggak seperti itu. Lagipula aku pengen menyederhanakan hidup aja. Prinsip aku kan simple life, simple problem. Semakin sederhana hidup, semakin sedikit masalah. Hahaha… Jadi aku memutuskan untuk konsentrasi sama satu hal aja, sama hidup aku. Yang lain-lain aku tinggalkan biar bisa fokus.

Ngeband bikin hidup kamu nggak simple dong ya?
Yaaa… Waktu aku masih ngeband, banyak banget waktu yang harus aku korbankan untuk pekerjaan itu. Aku jadi nggak ada waktu buat yang lain. Sekarang setelah berhenti ngeband aku jadi lebih bisa mengatur roda kehidupan aku. Kegiatan aku jadi lebih tertata, teratur secara baik. Aku juga ngejalaninnya bisa lebih konsentrasi dibanding dulu, karena fokus aku ya cuma satu. Nggak perlu mikirin ngeband.

Tapi kamu masih ngikutin perkembangan musik nggak?
Oh kalo itu masih.

Siapa aja yang lagi kamu dengerin?
Lokal atau luar nih? Kalo luar aku suka Yusuf Islam. Yang lokalnya ya itu tadi, Opick. Sama Ungu, paling. Lagu-lagu religinya Ungu.

Yang bukan musisi religi?
Hmmm… Lagu-lagu pop, rock, gitu ya? Wah, itu aku nggak… Gimana ya? Aku tahu sih beberapa, tapi aku nggak dengerin bener-bener. Sekarang udah nggak ke situ sih minatnya. Lebih ke musik religi.