BERKACA pada album mereka setelah berganti formasi 2006 lalu dan tidak terlalu booming di pasaran, membuat Sheila Gank (sebutan untuk penggemar S07) bertanya-tanya akan eksistensi grup kesayangannya.

Penantian Sheila Gank akhirnya sempat terjawab ketika single “Betapa” mulai mengudara di beberapa stasiun radio di seluruh Indonesia. Setidaknya, single itu menunjukkan bahwa band asal Yogyakarta itu masih eksis di belantika musik tanah air.

Hal itu semua terjawab ketika S07 resmi meluncurkan album terbaru mereka bertajuk “Menentukan Arah” pada 24 Oktober 2008. Band yang dimotori Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Brian Kresna Putro (drum), Eross CHandra (gitar), dan Adam Muhammad Subarkah (bas) memilih tempat dengan cara yang cukup unik dalam peluncuran albumnya itu. Acara peluncuran resmi mereka digelar di atas Kereta Wisata Nusantara dari Jakarta menuju Bandung.

“Maksudnya supaya ada kesegaran baru lebih akrab dengan teman-teman media yang selama ini sudah mendukung kami,” ujar Duta yang ditemui seusai tampil dalam acara “Live Akustik Rase 20 Tahun” di halaman Bandung Indah Plaza, Jumat (24/10).

Ia menambahkan, perjalanan menuju Bandung dilakukan karena keesokan harinya Sheila on 7 juga akan menggelar konser promo di Fame Station Bandung. “Kami senang sekali bisa maen di Bandung lagi setelah sekian lama tidak tampil,” ungkapnya.

Menurut Duta, album ini adalah jawaban atas pertanyaan Sheila Gank selama ini. “Lewat album ini kami ingin menjawab bahwa kami masih ada dan kami yang menentukan arah kami ke mana nantinya,” ujarnya. Selama ini, kata dia, penggarapan album baru sempat terhambat karena anak-anak Sheila on 7 harus menjalani tur ke beberapa kota di luar Pula Jawa.

“Selain itu, Eross juga harus menyelesaikan projeknya bersama Jagostu. Jadi, pengumpulan materi baru bisa dimulai Desember 2007 sampai Januari 2008,” tuturnya.

Sementara itu, Eross mengatakan penggarapan album “Menentukan Arah” berlangsung cukup singkat. “Kita masuk studio Februari 2008 dan selesai awal Maret 2008,” katanya. Dalam album ini, single “Betapa” yang sudah banyak didengar sejak Juli 2008, dijadikan lagu andalan bersama sembilan lagu lain, misalnya “Yang Terlewatkan”, “Ibu Linda”, “Jalan Keluar”, “Mudah Saja”, “Arah”, “Lia Lia Lia”, “Alasanku”, “Segalanya”, dan “Sampai Kapan”.

Mengenai perbedaan konsep dari album sebelumnya “507” Eross tidak berkomentar banyak. “Bisa didengarkan langsung dalam CD-nya,” katanya sambil tertawa.

Eross mengakui, rentang waktu dari pemunculan single sampai peluncuran album kali ini cukup lama. “Sejak album pertama kami memang selalu mengeluarkan single dulu. Namun, dulu biasanya single muncul paling lama dua minggu sebelum album. Sekarang sampai beberapa bulan. Mungkin ini strategi tersendiri dari pihak label,” katanya.

Untuk promo album, kata Eross, sebenarnya sudah dilakukan sejak single disebar ke radio-radio. “Tapi dulu kita hanya cerita bahwa Sheila on 7 bikin album baru, belum cerita isinya seperti apa. Kita sudah lakukan promo di Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Solo, dan sekarang di Bandung. Seharusnya di Bandung bulan lalu, tapi baru kesampaian sekarang,” ujarnya menjelaskan.

Menanggapi band-band baru bermunculan, anak-anak Sheila On 7 menyambut baik karena kehadiran mereka meramaikan khazanah musik Indonesia. “Dulu waktu Sheila on 7 masih band baru, kami sering diemong oleh band-band senior dan tidak merasa dijadikan saingan. Sekarang kita sudah dianggap tua dan senior, jadi kita juga sekarang akan berusaha untuk memomong mereka. Dengan begitu regenerasi akan berjalan terus dan musik indonesia akan semakin maju,” tutur Duta yang diamini dengan kompak oleh seluruh personel. (Handri Handriansyah)***