MESKI sudah berdiri sejak dua tahun lalu, studio rekaman milik Eross Chandra, 26 tahun, baru dipakai tiga bulan belakangan. Apa pasal? Bukan karena gitaris Sheila On 7 itu kesulitan dana. Melainkan dia butuh waktu lama untuk mengisi studio senilai Rp 700 juta itu. Karena tak mau peralatan studionya ketinggalan zaman, penyuka warna biru ini betul-betul memilah apa yang bakal dijejalkan ke dalam studio berukuran 4 x 10 meter di daerah Kaliurang, Yogyakarta, itu.

Di samping berdiskusi dengan Andy Bayou, sahabatnya, sejumlah majalah musik menjadi rujukan. Setelah dapat, tak selalu barang yang ditaksir tersedia di dalam negeri. Walhasil, Eross harus memesan dari luar negeri. “Ini yang menyebabkan baru operasional tiga bulan lalu,” ungkapnya kepada Puguh Windrawan dari Gatra.

Dengan memiliki studi pribadi, Eross kini tak perlu capek-capek pulang pergi Jakarta-Yogya. Rekannya yang lain, seperti Duta, Adam, Sakti, dan Bryan, juga merasakan keuntungan ini. Alhasil, mereka merasa lebih enak menuangkan ide segar yang datang tiba-tiba. Karena masih terbilang baru, studio itu masih tampak berantakan. Belum terlihat poster musisi, yang jadi salah satu ciri khas studio rekaman. “Nanti di pojok ruangan ini akan saya tempeli poster U2,” katanya, menyebut salah satu band favoritnya.

 

Gatra Nomor 13 Beredar Senin, 6 Februari 2006]