Tags

, ,

Melesat di atas Limp Bizkit, Eminem, bahkan Siti Nurhaliza. Album pertama artis kita yang mencetak platinum dalam tempo sebulan di Malaysia. Padi siap menyusul? Sheila On 7 masuk Billboard Chart? Ya. Bahkan, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, album Sheila On 7 itu sempat nomor satu selama 4 pekan berturut-turut di salah satu jenjang album versi Billboard, sejak Februari lalu.  Tapi, tentu, Kisah Klasik…. bukan berkibar di Billboard 200, jenjang album versi majalah industri musik Amrik yang prestisius itu. Melainkan, cukup di Hits Of The World di bagian jenjang album Malaysia. Yeah, di chart yang dikutip dari data angka penjualan album di negeri tetangga itu, Kisah Klasik….. emang merajalela. Jauh melewati penjualan album Limp Bizkit, Chocolate St*rfish And The Hot Dog Flavored Water, Eminem, The Marshall Matters LP, bahkan Coast To Coast-nya Westlife. Serunya lagi, Sheila On 7 juga mengalahkan penjualan, Safa, album penyanyi cewek nomor satu Malaysia, Siti Nurhaliza sepanjang Februari dan Maret lalu. Lho, emangnya berapa sih Kisah Klasik…laku di Malaysia? Sampe pertengahan Maret lalu udah melewati angka 40.000 ribu keping kaset/CD. Koq baru segitu? Jauh banget dong dibanding penjualan di Indonesia yang kabarnya udah 1.800.000 keping! Emang. Tapi, “buat di Malaysia penjualan sebesar (40.000 ­ RED) itu sudah besar. Apalagi di saat pasar rekaman di negeri kami pun lagi payah,” jelas Amran Omar, salah satu petinggi di Sony Music Entertainment Malaysia. Malah, kata Amran, album artis-artis Malaysia yang tempo hari sempat berkibar kayak Sheila Majid atau KRU udah kurang meledak lagi. Sementara pembajakan makin ganas aja. Hingga angka penjualan 40.000 Kisah Klasik… di Malaysia nggak cuma bikin Duta cs diganjar piringan platinum, tapi mampu “memaksa”, Amran dan tiga wartawan Malaysia menemui band di Malang, 18 Maret lalu. Kenapa gitu, jelas jawabannya. Sheila On 7 kan saat itu lagi show bareng Padi dalam rangkaian A Mild Live “Love Concert”. Jadi, mereka nggak bisa nunggu di Jakarta, misalnya. “Tapi kami juga pengen liat show mereka dan Padi,” kata Amran. PADI MENYUSUL Pas dikasi penghargaan platinum di Hotel Tugu Malang, 5 cowok SO 7 itu keliatan rada kaget. “Terus terang, kami nggak nyangka (album itu ­ RED) bisa diterima di Malaysia, dan dapet platinum pula,” tutur Duta. Tapi “cuma” laku 40.000 biji tuh? “Buat kami yang penting adalah berkarya sebaik mungkin. Jadi nggak masalah bisa laku jutaan di sini, puluhan ribu di sana, atau cuma ratusan di mana pun. Kami tetap bersyukur dan menghargai,” kilah Duta yang makin tangkas meladeni cecaran wartawan. Artinya ­ kalo bener omongan Duta ­ juga buat Adam, Anton, Sakti, dan Erros sama aja membahagiakannya album mereka laris juta-jutaan di Indonesia dengan puluhan ribu di Malaysia. Apalah mau dibilang. Yang jelas, setelah mengantungi royalti dari dua album di Indonesia yang mencapai milyaran perak, 5 cowok SO7 ini makin tebal aja kocek mereka dengan RM (Ringgit Malaysia). Sekadar info, satu kaset di Malaysia dijual seharga 13 RM (1 RM= Rp 2.730,-). Kalo saja setiap kaset mereka dapet royalti RM 2, kan lumayan bisa mengantungi paling nggak RM 80.000. Belon dari CD yang harganya bisa tiga kali lipat. Tapi sudahlah, ngapain juga ngomongin duit orang. Yang pasti, Sheila On 7 memperpanjang daftar artis kita yang mencetak prestasi mengkilap di Malaysia. Setelah era Hetty Koes Endang, Rhoma Irama, Camelia Malik, disusul Krisdayanti. Sekaligus membuat wajah Pak Yan Djuhana dari Sony Music Indonesia makin sumringah meliat artisnya laris manis di negeri sebelah. “Biar tuh album baru laku 40.000, ini membanggakan sekali. Ada artis kita yang bisa nomor satu di negeri orang,” ujar Pak Yan yang sebelonnya sempat juga menyuplai album GIGI dan Glenn ke Malaysia. Tapi, kenapa Kisah Klasik …bisa meledak di Malaysia? Kurang lebih sama pasalnya dengan di sini. “Melodi lagu mereka manis, aransemen musiknya juga mudah dicerna, dan liriknya kena di hati anak muda,” puji Amran, salah satu boss Sony Music Malaysia itu. Dan kalo ngeliat tren angka penjualannya, Amran optimis banget album, Kisah Klasik….bisa laris lebih manis. “Dalam 3 bulan ke depan ini, insyaallah bisa 100.000 copies.” Yeah, kita doain juga. Tapi, gimana sama album band Indonesia yang lain? “Dalam waktu dekat ini, kami berharap bisa merilis albumnya Padi. Kalo mendengar musiknya, saya yakin Padi bisa diterima juga di Malaysia,” lanjut Amran. Nah gitu dong. Kita tunggu aja: apakah Padi bisa juga menuai platinum di Malaysia! (iwan) FOTO-FOTO: SANDY-DOK. KAWANKU/IWAN