Duta SO7: Musik Jangan Dikaitkan Isu Terorisme

16 11 2008

Kapanlagi.com – Konser Rihanna seharusnya berlangsung malam ini, Jumat (14/11) di Istora Senayan, Jakarta. Namun lantaran travel warning dari pemerintah Amerika Serikat (AS), konser itu batal dilaksanakan. Kenyataan itu yang kemudian mengundang Duta, vokalis Sheila On Seven ikut angkat bicara.

 

“Kalau masalah itu menurut gue tergantung ama artisnya, kan mereka cuman dikasih peringatan, kalau menurut gue sih mending tetap manggung, karena sebelum mereka, tetap ada artis yang manggung meski dapat travel warning,” ungkap Duta merujuk pada sebuah konser beberapa tahun lalu.

 

Duta sendiri dengan pelantun lagu The Umbrella itu, mengaku tidak tahu banyak, namun menurutnya dunia musik tidak seharusnya dikaitkan dengan isu terorisme.

 

“Ya sebagai anak band sih nggak kecewa banget, soalnya aku cuma tahu dikit tentang Rihanna, tapi seharusnya musik nggak bisa disatuin dengan hal-hal seperti itu,” ungkap Duta di acara rilis program Idola Cilik 2 di Pisa Cafe, Mahakam, Jakarta Selatan, Jum’at (14/11).

 

Duta berharap untuk konser grup idolanya, Extreme yang akan manggung di Jakarta, jangan juga ikut-ikutan gagal seperti konser Rihanna ini. Extreme yang terkenal dengan lagunya, More Than Words itu direncanakan dalam waktu dekat akan manggung di Jakarta, meski belum ada kepastian tanggalnya.

 

“Jangan deh, jangan sampai mereka batal, gue bisa nangis kalau Extreme tidak manggung,” pungkas pria bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo





Duta SO7 Semakin Sakit Hati Bila Ingat Pembajakan

15 11 2008

Kapanlagi.com – Pembajakan di Indonesia seperti telah menjadi wabah penyakit yang sudah akut, bahkan nyaris tak mampu disembuhkan. Begitulah sekiranya yang tergambar di benak personel Sheila on Seven, Duta ketika dimintai komentar. Ia memilih bicara persoalan lain, daripada hatinya harus bertambah sakit.

 

“Mending kita nggak usah mikirin hal seperti itu, soalnya kita semua tahu kan kondisi pembajakan di Indonesia seperti apa, kalau banyak memikir hal seperti itu makin banyak sakit hatinya,” ungkap Duta saat rilis program Idola Cilik 2 di Pisa Cafe, Mahakam, Jakarta Selatan, Jum’at (14/11).

 

Meski demikian Duta tidak akan surut untuk terus berkarya dan memberikan performance terbaik lewat grup bandnya.

 

“Sekarang aku berpikir, bagaimana menjadi orang yang baik, bisa tampil di panggung dengan baik. Hingga orang-orang yang nonton gue, bisa excited, sama kayak yang dulu, itu yang membuat gue senang dan bangga,” ungkap Duta yang juga mengaku belum tahu total angka penjualan album dan RBT terbarunya, MENENTUKAN ARAH.  (kpl/ant/dar)





Lebaran, Duta ‘SO7′ Kompak dengan Keluarga

23 09 2008

JAKARTA – Lebaran disambut sukacita oleh seluruh umat Muslim di dunia. Begitu juga dengan Duta, vokalis Sheila On 7. Duta dan keluarga berencana membuat seragam untuk keluarga besarnya.

Duta ingin tampil kompak dengan istri dan kedua anaknya di hari raya Idul Fitri. Dia ingin melewatkan momen itu dengan semangat agar lebih berkesan dari sebelumnya.

“Keinginan ini sebenarnya sudah lama banget. Dari 3 tahun yang lalu, tapi belum juga kesampaian. Makanya, gue berharap banget tahun ini bisa diwujudkan. Supaya suasananya berbeda,” ujar Duta saat ditemui di SeaWorld, Ancol, Jakarta Utara, Senin (22/9/2008) malam.

Duta ingin tampil kompak dengan istri dan dua anaknya di hari raya Idul Fitri tersebut. Dia ingin melewatkan momen itu dengan semangat agar lebih berkesan dari sebelumnya.

“Gue dan keluarga ingin tampil beda saja. Dengan pakai seragam yang sama, jadi punya kenangan tersendiri,” ujar pria asal Yogyakarta ini.

Duta mengaku sampai sejauh ini dia dan istrinya, Adelia Lontoh, tidak pernah kerepotan luar biasa dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Maklum saja, kedua anak mereka, Aisyah dan Ayman, masih kecil-kecil sehingga belum terlalu banyak menuntut.

“Mereka berdua belum tahu baju Lebaran atau salam tempel. Jadi, nggak bawel minta ini-itu. Jadi, gue dan istri nggak terlalu repot dalam menyambut Lebaran,” tutur pria asal Yogyakarta ini. (fin)





(Old Article) Duta: Terpaksa Bolos

31 07 2008

Sukses di satu bidang aja belum tentu bisa buat orang puas. Nggak percaya ? tanya deh sama Duta. Saking inginnya menuntaskan kuliah, cowok ini langsung buru-buru pulang ke Yogya usai syuting sinetron Cinta Pertama di Park Plaza Hotel, selasa malam (10/10). “Iya, dari pada nggak kuliah, aku udah bolos dua hari loh,” ungkapnya. Kan baru dua hari? “Ehh semester kemarin aku ‘kan cuti, masak semester ini bolos terus,” tanggap mahasiswa Universitas Gajah Mada ini. Padahal saat itu dia ngaku udah capek banget. Itu pun ngebela-belain karena lagu SO7 Bila Kau Tak Disampingku dipakai sebagai soundtrack-nya. Jadi bukan karena Duta ingin jadi aktor kayak Bruce Willis atau Al Pacino yang dikaguminya. “Sekarang ini konsentrasiku di musik. Pokoknya aku harus punya ’sesuatu’ dulu di musik baru mikirin yang lain. Jalani dulu yang ada, ngapain ngomong ini-itu, gembor-gemborin sesuatu, tapi akhirnya jadi lain,” ungkapnya. Ya, berarti kuliahnya bakal bolong lagi dong?(Ira) FOTO: DAUS





(Old Article) DUTA “SHEILA ON 7″ : Demen Nindik

31 07 2008

Ada yang berubah dari penampilan Duta? Yup, tindikan di mukanya tambah banyak aja. Satu di alis kanan, satu lagi di bawah bibir. Ada lagi nggak? “Sebenernya tindikanku ada tiga lho, satu lagi di hidung. Cuma, nggak semuanya aku pakein anting-anting, soalnya aku orangnya bosenan” ungkap Duta. Hobi tindik-menindik ini konon udah dilakuin Duta jauh sebelum Sheila merilis album pertamanya. Duta tertarik sama tindik bukan lantaran pengen dibilang cool atau macho, tapi karena menurut dia body piercing itu indah. “Namanya juga perhiasan, pasti indah kan. Kalo nggak indah, nggak mungkin dibilang perhiasan,” katanya ngeles. Biarpun demen nindik, Duta masih tetep mikirin soal kesehatan juga. Supaya nggak berasa sakit dan nggak kena penyakit, sulung dari dua bersaudara ini lebih suka nindik sendiri. “Sebenernya udah banyak tindikan yang aku bikin di mukaku. Dulu sebelum nindik alis kanan, aku tiga kali nindik alis sebelah kiri. Abisnya penasaran sih, gagal mulu. Terus di bibir juga pernah, ehnggak jadi juga. Yang jadi ya cuma dua ini, di hidung sama alis kanan. Kalo yang di bawah bibir, dibikinin sama temen,” cerocosnya sambil nyengir. Hmmmkayaknya bagus kalo tuh hobi diterusin. Siapa tau ‘ntar jadi side job.





(Old article) Musician Talk: Duta “SO7″

31 07 2000

Sampe sekarang aku belum bisa ngelupain betul kejadian di Istora, tahun lalu. Itu lho, di acara yang Eross nge-jam sama mas Once sama mas Baron. Baru aja selesai lagu pertama, mau masuk lagu kedua, biasa kan ada yang lempar-lempar. Terus ada yang kena aku. “Ah, nggak apa-apa,” aku pikir begitu. Terus aja aku nyanyi. Pas lagi lagu kelima, aku kan nyanyi-nyanyi sambil hadap-hadapan sama Eross. Tau-tau dia bilang, “Itu kenapa jidatmu? Kayaknya antingmu berdarah deh? Berhenti dulu!” Bener aja. Aku pegang jidatku udah berdarah. Bagusnya nggak beneran kena anting terus robek? Ya udah toh, abis itu show-nya distop sebentar, jidatku diperban. Terus lanjut lagi. Tapi emang sebelumnya aku sempet ngeliat tampang orang yang ngelempar aku. Ketauan betul, soalnya berdirinya bener-bener di depan pagar pembatas. Terus, badannya emang lebih gede dari temen-temennya yang lain. Dan selama show dia tuh terus aja mengacungkan dua jari tengahnya ke aku sambil pasang tampang nyolot. Nyolot banget. Udahlah aku cuekin aja. Eh, pas kami udahan terus membungkuk ngasi hormat, tuh orang masih nggak berhenti-berhenti neriakin kami. Malah makin maju aja sambil terus nyolot. Aku sebel juga jadinya. Nggak abis pikir aja, gitu, “Ngapain juga sih nih orang? Kenapa nyolot amat, kayaknya dendam betul gitu sama Sheila?” Yang ada, waktu aku lagi bagi-bagi aqua ke penonton, sengaja aku incer kepalanya. Panas sih! Abis itu aku sempet minta tolong ke Pak Polisi yang jaga biar tuh orang dibawa ke backstage. Maksudnya pingin aku ajak omong dan aku tanyain maunya apa. Eh, ditunggu-tungguin nggak dateng-dateng. Katanya sih udah sempet “diproses” duluan sama petugas plus beberapa temenku. Berani sumpah aku nggak nyuruh apa-apa. Aku cuma pingin ngomong aja sama dia baik-baik. Diceritain kayak gitu kejadiannya, aku malah nyesel sendiri. Nggak enak aja bisa berakhir seperti itu. Belakangan, ternyata kejadian itu sempet diangkat di internet (media dot com, kali maksudnya? -red) . Judulnya “Tragedi Air Mineral”. Yang diceritain ya kasus aku ngelempar botol aqua ke penontonnya aja, tapi penyebabnya aku sampe ngelempar, nggak banyak disebut. Di bawahnya terus dibikin kayak polling gitu. Banyak yang ngasih komentar kalo kami tuh sombong banget atau apa. Tapi yang membela juga nggak sedikit. Aku sendiri abis itu selalu males membahas soal itu sama media. Disuruh bikin klarifikasi segala juga males. Soalnya aku pikir nanti bisa salah-salah lagi? Kalo soal nada-nada miring kayak gitu sih aku pribadi udah terbiasa. Aku pikir wajar aja kalo sekarang ini ada yang lantas jadi nggak suka sama Sheila, terus ngomongin yang nggak-nggak tentang kami. Aku nganggapnya itu adalah bagian dari konsekuensi. Konsekuensi dari million copies itulah. Kalo misalnya album Sheila nggak laku, pasti nggak akan ada yang sirik. Kalo nggak siap sama konsekuensi itu ya mending nggak usah bikin lagu million copies? Masalahnya buat aku, yang terjadi waktu itu nggak sekedar nyakitin secara perasaan. Kalo cuma perasaan aja sih seperti yang aku bilang di atas tadi, malah nggak terlalu kupikirin. Tapi kan waktu itu yang kena fisikku? Gimana kalo aku nggak bisa terus nyanyi? Kasian dong yang dateng ke sana beneran pingin nonton! (*/seperti yang dituturkan pada dani)