Lebaran, Duta ‘SO7′ Kompak dengan Keluarga

23 09 2008

JAKARTA – Lebaran disambut sukacita oleh seluruh umat Muslim di dunia. Begitu juga dengan Duta, vokalis Sheila On 7. Duta dan keluarga berencana membuat seragam untuk keluarga besarnya.

Duta ingin tampil kompak dengan istri dan kedua anaknya di hari raya Idul Fitri. Dia ingin melewatkan momen itu dengan semangat agar lebih berkesan dari sebelumnya.

“Keinginan ini sebenarnya sudah lama banget. Dari 3 tahun yang lalu, tapi belum juga kesampaian. Makanya, gue berharap banget tahun ini bisa diwujudkan. Supaya suasananya berbeda,” ujar Duta saat ditemui di SeaWorld, Ancol, Jakarta Utara, Senin (22/9/2008) malam.

Duta ingin tampil kompak dengan istri dan dua anaknya di hari raya Idul Fitri tersebut. Dia ingin melewatkan momen itu dengan semangat agar lebih berkesan dari sebelumnya.

“Gue dan keluarga ingin tampil beda saja. Dengan pakai seragam yang sama, jadi punya kenangan tersendiri,” ujar pria asal Yogyakarta ini.

Duta mengaku sampai sejauh ini dia dan istrinya, Adelia Lontoh, tidak pernah kerepotan luar biasa dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Maklum saja, kedua anak mereka, Aisyah dan Ayman, masih kecil-kecil sehingga belum terlalu banyak menuntut.

“Mereka berdua belum tahu baju Lebaran atau salam tempel. Jadi, nggak bawel minta ini-itu. Jadi, gue dan istri nggak terlalu repot dalam menyambut Lebaran,” tutur pria asal Yogyakarta ini. (fin)





Slank & S07 Puaskan Publik Surabaya

13 09 2008

 Steven Lenakoly – hotMusic

Surabaya – Dua band papan atas Indonesia, Slank dan Sheila on 7 tampil memukau dengan balutan nuansa religi. Meski sedikitnya dua orang diamankan oleh polisi karena terlibat aksi dorong.

Aksi dorong itu terjadi setelah penonton yang didominasi oleh para Slanker kepanasan dan meminta air. Massa berhasil ditenangkan setelah petugas menyemprotkan air.

Konser yang bertitel ‘Syair Cinta Ilahi’ itu dimulai pukul 21.00 WIB dan berakhir pukul 23.00 WIB. Selain menampilkan dua band itu, turut pula hadir Ustadz KH Jujun Junaedi yang tampil memberikan siraman rohani bagi penonton.

Menurut Hetty Purba, Kepala Divisi Produksi Trans7 dalam siaran persnya menyatakan, tema kali ini mempunyai makna kepada Allah SWT yang diapresiasikan dalam acara ini. “Dengan menggunakan gaya bahasa yang ringan dan sederhana, diharapkan pesan disampaikan jadi lebih mudah,” tuturnya, Jumat (12/9/2008).

Slank hadir sebagai band pertama yang membawakan hits-hitsnya seperti ‘Virus’ dan ‘Orkes Sakit Hati’. Band kawakan ini membuat suasana menjadi hidup yang terlihat dari ratusan penonton yang memadati Taman Surya Surabaya ikut bernyanyi.

Sheila on 7 juga tidak kalah atraktifnya meski penonton sebagian besar adalah penggemar Slank. Hal ini terlihat dari antusiasnya penonton bernyanyi kala Duta dkk melantunkan tembang lawasnya. Sebagai penutup, dua kedua band duet menyanyikan lagu Puasa.

Secara keseluruhan konser malam ini menjadi bukti bahwa, Ramadan bisa menghadirkan hiburan yang disisipi siraman rohani.  (stv/fjr)





Slank dan Sheila on Seven, Kolaborasi Dengan Ustad Jujun

13 09 2008
Jum’at, 12 September 2008 23:33

Kapanlagi.com – Musik Spesial Ramadan kolaborasi ustad K.H. Jujun Junaedi dengan grup musik Slank serta Sheila on Seven yang merupakan kelanjutan roadshow Trans7 diselenggarakan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Jumat malam (12/9). 

Program memadukan antara syiar yang disampaikan ustad Jujun dan syair yang dilantunkan Slank dan Sheila on Seven. Kedua grup musik menampilkan 13 lagu, beberapa di antaranya lagu religi ciptaan grup Bimbo, Tuhan dan Kuasa.

 Acara ini mendapat sambutan ribuan warga kota Pahlawan Surabaya, terutama dari kalangan remaja. Slank menampilkan lagu-lagu andalan seperti Kuil Cinta sementara Sheila on Seven membawakan Anugerah Terindah dan Meloncat.

 Aktivitas seni yang dipandu Adi Nugroho dan Intan Ayu ini, menggunakan konsep outdoor, sehingga melibatkan langsung audience dalam menikmati lantunan lagu-lagu baik yang dibawakan Slank dan Sheila on Seven maupun obrolan ringan bersama ustad Jujun Junaedi.

 Surabaya merupakan kota kedua yang disinggahi untuk acara Musik Ramadhan ini, setelah Depok (5/9). Acara serupa menurut rencana berlanjut di Tangerang, Banten pada 16 September mendatang yang menampilkan Ustad Jujun dan Ada Band serta Lobo(kpl/dar)





Eross ‘So7′ Nggak Masalah Musik Indonesia Dibatasi

10 09 2008


Sheila on 7 (yla/hot)

Jakarta – Permintaan musisi Malaysia kepada pemerintahnya untuk membatasi musik Indonesia di negeri Jiran bikin heboh. Namun Eross ‘So7′ malah nggak masalah musik Indonesia dibatasi.

“Nggak masalah setiap negara punya aturan sendiri, sama aja kayak Indonesia membatasi seni yang berbau pornografi. Kualitas nggak bisa bohong, itu yang bikin aku tenang. Kalau musik Indonesia berkualitas, pasti dicari,” ujar Eross ketika berbincang dengan detikhot via ponselnya, Rabu (10/9/2008).

Walau musik Indonesia dibatasi via televisi dan radio, gitaris sekaligus pencipta lagu band Sheila on 7 itu mengungkapkan bahwa ada banyak cara untuk menikmati lagu. Teknologi internet justru terasa lebih efektif untuk mempromosikan lagu mereka.

Bukan hanya sekali atau dua kali band asal Yogyakarta itu menyambangi Malaysia. Sheilagank (panggilan untuk pecinta So7 .red) di Malaysia pun telah punya jaringan yang kuat.

Dengan dibatasinya musik Indonesia, Eross melihat kemungkinan semakin eksklusifnya musik kita. “Musisi Indonesia nggak perlu takut, income terbesar buat kita ya tetap di Indonesia,” jelas kekasih Leony itu.

“Kalau aku di posisi musisi Malaysia pasti akan gitu juga. Memperjuangkan musik tanah air sih penting, buat musisi Indonesia nggak boleh ngiri karena itu negara mereka. Kalau kita ada space ya kita jajaki,” tandasnya. 
 Yulia Dian – hotMusic





Studio Pribadi Eross Sheila On 7

3 09 2008

MESKI sudah berdiri sejak dua tahun lalu, studio rekaman milik Eross Chandra, 26 tahun, baru dipakai tiga bulan belakangan. Apa pasal? Bukan karena gitaris Sheila On 7 itu kesulitan dana. Melainkan dia butuh waktu lama untuk mengisi studio senilai Rp 700 juta itu. Karena tak mau peralatan studionya ketinggalan zaman, penyuka warna biru ini betul-betul memilah apa yang bakal dijejalkan ke dalam studio berukuran 4 x 10 meter di daerah Kaliurang, Yogyakarta, itu.

Di samping berdiskusi dengan Andy Bayou, sahabatnya, sejumlah majalah musik menjadi rujukan. Setelah dapat, tak selalu barang yang ditaksir tersedia di dalam negeri. Walhasil, Eross harus memesan dari luar negeri. “Ini yang menyebabkan baru operasional tiga bulan lalu,” ungkapnya kepada Puguh Windrawan dari Gatra.

Dengan memiliki studi pribadi, Eross kini tak perlu capek-capek pulang pergi Jakarta-Yogya. Rekannya yang lain, seperti Duta, Adam, Sakti, dan Bryan, juga merasakan keuntungan ini. Alhasil, mereka merasa lebih enak menuangkan ide segar yang datang tiba-tiba. Karena masih terbilang baru, studio itu masih tampak berantakan. Belum terlihat poster musisi, yang jadi salah satu ciri khas studio rekaman. “Nanti di pojok ruangan ini akan saya tempeli poster U2,” katanya, menyebut salah satu band favoritnya.

 

Gatra Nomor 13 Beredar Senin, 6 Februari 2006]