Sheila On 7 Memompa Ban Kempes

31 07 2008

Sheila On 7 (situs resmi)

Jakarta “Kemarin rodanya lagi kempes, sekarang sudah dipompa,” begitu kata vokalis Sheila On 7, Duta. Band asal Yogyakarta itu memang comeback dengan album baru ‘Menentukan Arah.’ Sheila On 7 terakhir merilis album pada 2006 silam.

Album tersebut menurut Duta akan dirilis setelah Lebaran. Namun sebelumnya sudah dilakukan pre-sale khusus untuk Sheila Gank (sebutan untuk penggemar Sheila On 7-red). Sekitar 2 ribu kopi dijual melalui website dan kantor Sony-BMG, perusahaan rekaman yang menaungi Duta, Eross, Adam dan Brian itu.

Vakum hampir dua tahun Sheila On 7 tak merasa tergerus banyaknya pendatang baru. Duta yang ditemui usai manggung bersama bandnya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2008), menampik kalau kini mereka merilis album lagi karena ikut-ikutan trend.

Sejak berdiri pada 1996, Sheila On 7 tercatat sudah mengeluarkan enam album rekaman dan satu album the best. Album teranyar yaitu album ke-6 dengan judul ‘Menentukan Arah,’ menjadikan lagu ‘Betapa’ sebagai single jagoan.

Menurut Eross, secara materi nada-nada yang ada di album ke-6 lebih simpel ketimbang dua album sebelumnya ‘507′ dan ‘Pejantan Tangguh.’ Di album terbaru, kata kekasih Leony itu, Sheila On 7 juga lebih bijaksana.

“Album satu, dua dan tiga adalah perkembangan band. Yang ke-4 eksperimen, ke-5 hasil pemikiran yang sangat dalam. Kalau yang ke-6 kita buat lebih bijaksana, lebih mendengarkan fans,” urainya.(eny/eny)

 Han Kristi – detikhot





Jagostu

31 07 2008

Semenjak membentuk band Jagostu Gitaris Sheila On 7, Eross Chandra mencoba bersikap profesional dengan cara adil dalam membagi waktu serta memberi perhatian pada dua grup band-nya. Hal tersebut dilakukan Eross demi mengantisipasi terjadinya kepincangan dalam grup SO7 dan Jagostu.

Walaupun Eross pindah ke lain hati dan lebih sering terlihat bersama Jagostu, Eross berusaha untuk memenuhi tugas dan tetap melaksanakan kewajiban sebagai anggota SO7. Diantaranya adalah menyediakan materi lagu, tetap hadir saat SO7 berlatih atau sedang berada di studio rekaman, dan ikut serta ketika SO7 manggung di berbagai acara.

Semenjak bergabung dengan Jagostu, Eross pun banyak menuai protes dari fansnya yang kerap memberikan komentar di website Jagostu, ataupun SO7. Mereka selalu membandingkan penampilan SO7 dan grup Jagostu yang dibentuknya bersama Brian.

Reporter: Nia
Kamerawan: Bambang SP





(Old Article) Sheila On 7 : Nomor 1 Di Malaysia

31 07 2008

Melesat di atas Limp Bizkit, Eminem, bahkan Siti Nurhaliza. Album pertama artis kita yang mencetak platinum dalam tempo sebulan di Malaysia. Padi siap menyusul? Sheila On 7 masuk Billboard Chart? Ya. Bahkan, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, album Sheila On 7 itu sempat nomor satu selama 4 pekan berturut-turut di salah satu jenjang album versi Billboard, sejak Februari lalu.  Tapi, tentu, Kisah Klasik…. bukan berkibar di Billboard 200, jenjang album versi majalah industri musik Amrik yang prestisius itu. Melainkan, cukup di Hits Of The World di bagian jenjang album Malaysia. Yeah, di chart yang dikutip dari data angka penjualan album di negeri tetangga itu, Kisah Klasik….. emang merajalela. Jauh melewati penjualan album Limp Bizkit, Chocolate St*rfish And The Hot Dog Flavored Water, Eminem, The Marshall Matters LP, bahkan Coast To Coast-nya Westlife. Serunya lagi, Sheila On 7 juga mengalahkan penjualan, Safa, album penyanyi cewek nomor satu Malaysia, Siti Nurhaliza sepanjang Februari dan Maret lalu. Lho, emangnya berapa sih Kisah Klasik…laku di Malaysia? Sampe pertengahan Maret lalu udah melewati angka 40.000 ribu keping kaset/CD. Koq baru segitu? Jauh banget dong dibanding penjualan di Indonesia yang kabarnya udah 1.800.000 keping! Emang. Tapi, “buat di Malaysia penjualan sebesar (40.000 ­ RED) itu sudah besar. Apalagi di saat pasar rekaman di negeri kami pun lagi payah,” jelas Amran Omar, salah satu petinggi di Sony Music Entertainment Malaysia. Malah, kata Amran, album artis-artis Malaysia yang tempo hari sempat berkibar kayak Sheila Majid atau KRU udah kurang meledak lagi. Sementara pembajakan makin ganas aja. Hingga angka penjualan 40.000 Kisah Klasik… di Malaysia nggak cuma bikin Duta cs diganjar piringan platinum, tapi mampu “memaksa”, Amran dan tiga wartawan Malaysia menemui band di Malang, 18 Maret lalu. Kenapa gitu, jelas jawabannya. Sheila On 7 kan saat itu lagi show bareng Padi dalam rangkaian A Mild Live “Love Concert”. Jadi, mereka nggak bisa nunggu di Jakarta, misalnya. “Tapi kami juga pengen liat show mereka dan Padi,” kata Amran. PADI MENYUSUL Pas dikasi penghargaan platinum di Hotel Tugu Malang, 5 cowok SO 7 itu keliatan rada kaget. “Terus terang, kami nggak nyangka (album itu ­ RED) bisa diterima di Malaysia, dan dapet platinum pula,” tutur Duta. Tapi “cuma” laku 40.000 biji tuh? “Buat kami yang penting adalah berkarya sebaik mungkin. Jadi nggak masalah bisa laku jutaan di sini, puluhan ribu di sana, atau cuma ratusan di mana pun. Kami tetap bersyukur dan menghargai,” kilah Duta yang makin tangkas meladeni cecaran wartawan. Artinya ­ kalo bener omongan Duta ­ juga buat Adam, Anton, Sakti, dan Erros sama aja membahagiakannya album mereka laris juta-jutaan di Indonesia dengan puluhan ribu di Malaysia. Apalah mau dibilang. Yang jelas, setelah mengantungi royalti dari dua album di Indonesia yang mencapai milyaran perak, 5 cowok SO7 ini makin tebal aja kocek mereka dengan RM (Ringgit Malaysia). Sekadar info, satu kaset di Malaysia dijual seharga 13 RM (1 RM= Rp 2.730,-). Kalo saja setiap kaset mereka dapet royalti RM 2, kan lumayan bisa mengantungi paling nggak RM 80.000. Belon dari CD yang harganya bisa tiga kali lipat. Tapi sudahlah, ngapain juga ngomongin duit orang. Yang pasti, Sheila On 7 memperpanjang daftar artis kita yang mencetak prestasi mengkilap di Malaysia. Setelah era Hetty Koes Endang, Rhoma Irama, Camelia Malik, disusul Krisdayanti. Sekaligus membuat wajah Pak Yan Djuhana dari Sony Music Indonesia makin sumringah meliat artisnya laris manis di negeri sebelah. “Biar tuh album baru laku 40.000, ini membanggakan sekali. Ada artis kita yang bisa nomor satu di negeri orang,” ujar Pak Yan yang sebelonnya sempat juga menyuplai album GIGI dan Glenn ke Malaysia. Tapi, kenapa Kisah Klasik …bisa meledak di Malaysia? Kurang lebih sama pasalnya dengan di sini. “Melodi lagu mereka manis, aransemen musiknya juga mudah dicerna, dan liriknya kena di hati anak muda,” puji Amran, salah satu boss Sony Music Malaysia itu. Dan kalo ngeliat tren angka penjualannya, Amran optimis banget album, Kisah Klasik….bisa laris lebih manis. “Dalam 3 bulan ke depan ini, insyaallah bisa 100.000 copies.” Yeah, kita doain juga. Tapi, gimana sama album band Indonesia yang lain? “Dalam waktu dekat ini, kami berharap bisa merilis albumnya Padi. Kalo mendengar musiknya, saya yakin Padi bisa diterima juga di Malaysia,” lanjut Amran. Nah gitu dong. Kita tunggu aja: apakah Padi bisa juga menuai platinum di Malaysia! (iwan) FOTO-FOTO: SANDY-DOK. KAWANKU/IWAN





(Old Article) Duta: Terpaksa Bolos

31 07 2008

Sukses di satu bidang aja belum tentu bisa buat orang puas. Nggak percaya ? tanya deh sama Duta. Saking inginnya menuntaskan kuliah, cowok ini langsung buru-buru pulang ke Yogya usai syuting sinetron Cinta Pertama di Park Plaza Hotel, selasa malam (10/10). “Iya, dari pada nggak kuliah, aku udah bolos dua hari loh,” ungkapnya. Kan baru dua hari? “Ehh semester kemarin aku ‘kan cuti, masak semester ini bolos terus,” tanggap mahasiswa Universitas Gajah Mada ini. Padahal saat itu dia ngaku udah capek banget. Itu pun ngebela-belain karena lagu SO7 Bila Kau Tak Disampingku dipakai sebagai soundtrack-nya. Jadi bukan karena Duta ingin jadi aktor kayak Bruce Willis atau Al Pacino yang dikaguminya. “Sekarang ini konsentrasiku di musik. Pokoknya aku harus punya ’sesuatu’ dulu di musik baru mikirin yang lain. Jalani dulu yang ada, ngapain ngomong ini-itu, gembor-gemborin sesuatu, tapi akhirnya jadi lain,” ungkapnya. Ya, berarti kuliahnya bakal bolong lagi dong?(Ira) FOTO: DAUS





(Old Article) DUTA “SHEILA ON 7″ : Demen Nindik

31 07 2008

Ada yang berubah dari penampilan Duta? Yup, tindikan di mukanya tambah banyak aja. Satu di alis kanan, satu lagi di bawah bibir. Ada lagi nggak? “Sebenernya tindikanku ada tiga lho, satu lagi di hidung. Cuma, nggak semuanya aku pakein anting-anting, soalnya aku orangnya bosenan” ungkap Duta. Hobi tindik-menindik ini konon udah dilakuin Duta jauh sebelum Sheila merilis album pertamanya. Duta tertarik sama tindik bukan lantaran pengen dibilang cool atau macho, tapi karena menurut dia body piercing itu indah. “Namanya juga perhiasan, pasti indah kan. Kalo nggak indah, nggak mungkin dibilang perhiasan,” katanya ngeles. Biarpun demen nindik, Duta masih tetep mikirin soal kesehatan juga. Supaya nggak berasa sakit dan nggak kena penyakit, sulung dari dua bersaudara ini lebih suka nindik sendiri. “Sebenernya udah banyak tindikan yang aku bikin di mukaku. Dulu sebelum nindik alis kanan, aku tiga kali nindik alis sebelah kiri. Abisnya penasaran sih, gagal mulu. Terus di bibir juga pernah, ehnggak jadi juga. Yang jadi ya cuma dua ini, di hidung sama alis kanan. Kalo yang di bawah bibir, dibikinin sama temen,” cerocosnya sambil nyengir. Hmmmkayaknya bagus kalo tuh hobi diterusin. Siapa tau ‘ntar jadi side job.